Zaman Now

Dunia ini sebenarnya jika kita telusuri dari segi pengertian bahasanya yang terambil dari kata danaa, yang artinya adalah dekat, sebentar. dari makna ini bisa dipahami bahwa dunia ini adalah suatu tempat yang dekat lagi sebentar.

hal ini dapat dirasakan ketika kita memakan makanan, yang merasakan lezat dan pahitnya adalah hanya sampai pada tenggorokan dan ketika sampai di perut, tidak bisa dibedakan rasanya mana makanan yang lezat dan mana yang tidak lezat.

Salah satu penyebab kehilafan manusia adalah karena kecintaan terhadap dunia. orang yang sangat mencintai dunia segala fikiran dan pandangannya selalu diukur oleh perhitungan dunia, bahkan kadang-kadang ada di antara umat Islam malaksanakan urusan akhirat bukan sebenarnya tujuan akhirat akan tetapi hanya sebagai pengelabuhan kepada orang lain untuk mencapai cita-cita dunia.

bila kita bertanya mengapa persoalan bangsa kita belum terselesaikan atau paling tidak ada titik terang menuju suatu perubahan prilaku. bahkan tampaknya masih memperihatinkan prilaku sebagian masyarakat kita.

Inilah budaya yang mengrogoti kehidupan bangsa kita, mumpung ada kesempatan, kapan lagi dimanfaatkan kedudukan itu kalau bukan sekarang.

Mempertahankan kebenaran di Negara kita adalah sesuatu yang sangat langka lagi mahal. ada orang yang mau berjuang akan tetapi selalu diukur dengan materi, kalau tidak menguntungkan bagi dirinya lebih baik bungkam atau diam daripada kedudukannya digeser.

Memang keindahan dunia ini begitu menyilaukan, betapa banyak manusia yang hanya memburu dunia setiap saat tidak mengenal waktu, siang dan malam, panas dan dingin. bahkan terbawa dalam mimpi. padahal apa yang diburunya itu belum tentu menjamin dirinya untuk mendapat ketenangan.

Agama islam bukan berarti melarang kita untuk mencarinya, agama islam tetap memberikan peluang seluas-luasnya bagi umat manusia untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya. tidak melarang untuk kaya. akan tetapi cara mendapatkanya dan memanfaatkanya harus sesuai dengan ajaran agama islam. demikian pula jangan meninggalkan dunia karenahanya terfokus pada ibadah kepada Allah SWT.

jika umat islam sudah menomor satukan dunia diatas segalanya enggan menyuarakan kebenaran dan melarang kemungkaran maka Allah akan mencabut kebesaran islam dari permukaan bumi ni dan mencabut keberkahan wahyu.

ketika umat islam sangat mencintai dunia dengan sendirinya pasti muncul sifat kedua yaitu takut akan kematian. kemudian muncul pertanyaan. mengapa mereka takut mati ? padahal semua yang namanya makhluk pasti akan mati.

takut mati termasuk salahsatu di antara penyakit umat manusiadalam perjuanganya. sebab dalam perjuanganya selalu diliputi oleh rasa kekhawatiran akan terkena resiko.akibatnya dalam bekerja sering kali ingin menghindari atau bahkan menghilangkan resiko tersebut, sehingga sering terjadi pemutar balikan fakta yang hak dikatakan batil dan yang batil dianggapnya hak.

orang kecil bersalah ditetapkan hukuman yang berat, sementara yang besar bersalah dinyatakan benar atau bahkan bebas dari jeratan hukum. hukum ibarat pisau yang hanya tajam kebawah tapi tumpul keatas. padalah dalam ajaran islam mengatakan bahwa semua orang sama dihadapan hukum.

hal ini kita dapat menyaksikan di tengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia yang kita cintai, dimana keadilan yang merupakan suatu ajaran yang asasi dalam agama islam bahkan semua agama adalah suatu yang sangat mahal.nyaris yang namanya keadilan hampir menghilan dipersada Indonesia.

Padahal kita harus sadari dan membuka mata lebar-lebar serta mengambil ibrah dari beberapa peristiwa yang terjadi, baik peristiwa alam (Tsunami yang terjadi di Aceh dan sebagian daerah Sumatra Utara disusul lagi Gempa bumi) maupun kejadian non alam (pengeboman, penyakit, busung lapar, dan sebagainya) itu semua merupakan peringatan bagi kita semua dari Allah SWT.

Oleh karenanya marilah kita semua mengitrospeksi diri khususnya bagi para pemimpin bangsa ini. mulai dari tingkat yang paling atas sampai tingkat bawah, serta semua masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menata kembali bangsa kita ini agar menjadi lebih baik kedepanya. amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami Syarofuzzaman lailatul Qodar

Ketika kita yang hidup kalah dengan yang sudah wafat. TIDAKKAH KITA MALU?

Kebijakan Pemerintah Atas Umatnya